Urutan Menonton Fate Series yang Benar dari Awal sampai Tamat

X
Facebook
LinkedIn
Pinterest
Telegram
WhatsApp
Urutan Menonton Fate Series yang Benar dari Awal sampai Tamat

Masuk ke dunia Fate series itu rasanya kayak masuk ke labirin. Banyak judul, timeline bercabang, dan cerita yang saling terhubung tapi nggak selalu linear. Buat yang baru mulai, ini sering jadi titik bingung pertama.

Bahkan banyak penonton yang akhirnya salah urutan nonton, dan hasilnya cerita terasa lompat-lompat. Padahal, kalau urutannya tepat, pengalaman nontonnya bisa jauh lebih dapet secara emosi dan cerita.

Artikel ini akan bantu kamu memahami urutan menonton Fate series secara lengkap. Mulai dari kronologi cerita, urutan rilis, sampai rekomendasi paling simpel buat pemula.

Kenapa Urutan Menonton Fate Series Itu Bikin Bingung?

Fate series dikenal sebagai salah satu franchise anime dengan struktur cerita yang kompleks. Hal ini karena sumber utamanya berasal dari visual novel yang memiliki beberapa jalur cerita atau route.

Setiap route menawarkan sudut pandang dan perkembangan karakter yang berbeda. Jadi meskipun karakter utamanya sama, alur cerita bisa berubah cukup signifikan.

Selain itu, adaptasi anime-nya tidak dirilis berdasarkan urutan kronologi cerita. Ada yang dibuat sebagai prequel, ada juga yang langsung mengadaptasi route tertentu tanpa urutan linear.

Ditambah lagi dengan banyaknya spin-off dan alternate timeline, membuat Fate series terasa seperti multiverse. Inilah yang membuat banyak orang kebingungan menentukan harus mulai dari mana.

Sekilas Tentang Fate Series

Fate series berawal dari visual novel Fate/stay night yang dikembangkan oleh Type-Moon. Cerita utamanya berpusat pada Holy Grail War, yaitu pertarungan antara para Mage untuk memperebutkan cawan suci.

Dalam perang ini, setiap Mage akan memanggil Servant, yaitu roh pahlawan legendaris dari sejarah atau mitologi. Kombinasi antara strategi, kekuatan, dan konflik ideologi menjadi inti cerita.

Yang membuat Fate unik adalah konsep multi-route dalam satu cerita utama. Setiap route menggambarkan kemungkinan berbeda dari cerita yang sama.

Karena itu, tidak ada satu “alur tunggal” dalam Fate. Semua versi cerita saling melengkapi dan memberikan perspektif yang berbeda kepada penonton.

Urutan Menonton Fate Series Berdasarkan Kronologi Cerita

Kalau kamu ingin menikmati cerita Fate secara runtut dan lebih mudah dipahami, urutan berdasarkan kronologi adalah pilihan terbaik.

1. Fate/Zero (2011)

Fate:Zero (2011)

Kalau kamu ingin mengikuti cerita berdasarkan timeline, maka Fate/Zero adalah titik awal yang paling masuk akal. Seri ini berfungsi sebagai prequel dari Fate/stay night.

Fate/Zero menceritakan Perang Holy Grail keempat yang terjadi sebelum kisah utama. Fokusnya ada pada karakter seperti Kiritsugu Emiya dan konflik antar Mage yang lebih kompleks.

Tone ceritanya cenderung lebih gelap dan realistis dibanding seri lainnya. Banyak penonton menganggap ini sebagai salah satu seri Fate terbaik karena kedalaman ceritanya.

Menonton Fate/Zero di awal akan membantu kamu memahami latar belakang dunia dan motivasi karakter di seri berikutnya.

2. Fate/stay night: Unlimited Blade Works (2014)

Fate:stay night: Unlimited Blade Works (2014)

Setelah Fate/Zero, kamu bisa lanjut ke Fate/stay night: Unlimited Blade Works. Seri ini mengadaptasi salah satu route utama dari visual novel-nya.

Cerita berfokus pada Shirou Emiya yang terlibat dalam Holy Grail War. Di sini, konflik mulai berkembang ke arah idealisme dan nilai yang dipegang oleh tiap karakter.

Unlimited Blade Works sering dianggap sebagai versi yang paling “seimbang”. Baik dari segi cerita, aksi, maupun kualitas animasi.

Diproduksi oleh Ufotable, seri ini juga menawarkan visual yang sangat detail. Jadi dari sisi pengalaman menonton, ini salah satu yang paling memuaskan.

3. Fate/stay night: Heaven’s Feel (Movie Trilogy)

Fate:stay night: Heaven’s Feel (Movie Trilogy)

Tahap terakhir dalam kronologi utama adalah Fate/stay night: Heaven’s Feel. Versi ini hadir dalam bentuk trilogi film.

Berbeda dari UBW, Heaven’s Feel memiliki nuansa yang jauh lebih gelap dan emosional. Cerita lebih fokus pada karakter Sakura Matou dan sisi tersembunyi dari Holy Grail War.

Banyak konflik yang sebelumnya tidak terlihat mulai terungkap di sini. Hal ini membuat Heaven’s Feel terasa lebih intens dan dramatis.

Karena itu, seri ini biasanya disarankan untuk ditonton setelah memahami dasar cerita dari UBW dan Fate/Zero.

Urutan Menonton Fate Series Berdasarkan Rilis (Alternatif)

Kalau kamu tipe yang pengen menikmati Fate series sesuai perkembangan aslinya, maka urutan rilis bisa jadi pilihan yang menarik. Urutan ini mengikuti bagaimana penonton pertama kali mengenal dunia Fate dari waktu ke waktu.

Menonton berdasarkan rilis juga memberi perspektif berbeda. Kamu bisa melihat bagaimana kualitas animasi, storytelling, dan pendekatan cerita berkembang dari studio ke studio.

Namun, perlu diingat bahwa urutan ini tidak selalu linear secara cerita. Beberapa seri seperti prequel justru dirilis setelah cerita utamanya, sehingga bisa terasa sedikit membingungkan bagi pemula.  

Meski begitu, urutan ini tetap relevan, terutama kalau kamu ingin memahami evolusi franchise Fate secara menyeluruh.

1. Fate/stay night (Serial Anime, 2006)

Adaptasi pertama dari Fate dimulai lewat Fate/stay night yang diproduksi oleh Studio Deen. Seri ini mengadaptasi route “Fate” yang berfokus pada karakter Saber.

Sebagai adaptasi awal, versi ini memiliki keterbatasan dari segi visual dan storytelling. Beberapa bagian cerita juga dianggap kurang faithful dibanding versi modern.

Meskipun begitu, anime ini tetap penting sebagai fondasi awal Fate series. Kamu akan mengenal konsep Holy Grail War untuk pertama kalinya di sini.

Kalau kamu ingin mengikuti urutan rilis secara penuh, seri ini tetap layak untuk ditonton.

2. Fate/stay night: Unlimited Blade Works (Serial Anime, 2014)

Versi terbaru dari Fate/stay night: Unlimited Blade Works hadir dengan kualitas produksi yang jauh lebih tinggi. Diproduksi oleh Ufotable, seri ini jadi salah satu adaptasi terbaik Fate.

Cerita berfokus pada route Unlimited Blade Works yang lebih menyoroti konflik idealisme Shirou Emiya. Karakter Archer juga menjadi pusat perkembangan cerita di sini.

Dari segi visual, animasi pertarungan di UBW sangat detail dan sinematik. Hal ini membuatnya jadi salah satu seri Fate paling populer.

Banyak penonton modern bahkan langsung mulai dari seri ini karena kualitasnya yang lebih relevan dengan standar sekarang.

3. Fate/stay night: Heaven’s Feel I, II, III (Film, 2017–2020)

Selanjutnya ada trilogi film Fate/stay night: Heaven’s Feel yang mengadaptasi route terakhir dari visual novel.

Berbeda dari UBW, versi ini jauh lebih gelap dan emosional. Fokus cerita beralih ke Sakura Matou dan rahasia besar di balik Holy Grail War.

Film ini dirilis dalam tiga bagian, yaitu presage flower (2017), lost butterfly (2019), dan spring song (2020).  

Karena durasinya berbentuk film, pacing cerita terasa lebih padat dan intens dibanding versi serial.

4. Fate/Zero (Serial Anime, 2011)

Meskipun secara cerita adalah prequel, Fate/Zero justru dirilis setelah Fate/stay night.

Seri ini mengangkat Perang Holy Grail keempat dengan pendekatan yang lebih serius dan dewasa. Banyak konflik moral yang membuat cerita terasa lebih kompleks.

Fate/Zero sering dianggap sebagai salah satu seri Fate terbaik karena kedalaman karakter dan narasinya.

Namun, jika ditonton sesuai rilis, kamu akan merasakan bagaimana cerita ini memperluas pemahaman dari seri sebelumnya.

5. Fate/Apocrypha (Serial Anime, 2017)

Fate/Apocrypha menghadirkan konsep berbeda dari seri utama. Ceritanya berada di timeline alternatif yang tidak terhubung langsung dengan Fate/stay night.

Dalam seri ini, Holy Grail War berubah menjadi perang antar dua faksi besar. Jumlah Servant yang muncul juga jauh lebih banyak dibanding seri utama.

Skala pertempuran terasa lebih luas dan spektakuler. Ini jadi daya tarik utama bagi penonton yang suka aksi besar.

Karena berada di timeline berbeda, kamu bisa menontonnya tanpa harus mengikuti urutan utama.

6. Fate/EXTRA Last Encore (Serial Anime, 2018)

Berbeda dari seri lainnya, Fate/Extra Last Encore mengambil latar dunia digital bernama Moon Cell.

Cerita di sini cukup kompleks dan cenderung abstrak. Banyak elemen yang berbeda dari konsep Holy Grail War tradisional.

Anime ini diadaptasi dari game Fate/Extra, sehingga alurnya terasa unik dan tidak selalu mudah dipahami.

Cocok untuk kamu yang ingin eksplor sisi lain dari dunia Fate yang lebih eksperimental.

7. Fate/Grand Order: First Order (Film, 2016)

Fate/Grand Order: First Order adalah pintu masuk ke seri Fate/Grand Order.

Film ini memperkenalkan konsep perjalanan waktu untuk menyelamatkan sejarah umat manusia. Karakter utama di sini berbeda dari seri Fate sebelumnya.

Sebagai adaptasi awal, film ini berfungsi sebagai pengantar sebelum masuk ke arc cerita yang lebih besar.

Kalau kamu tertarik dengan Grand Order, ini wajib ditonton dulu.

8. Fate/Grand Order: Camelot (Film, 2020–2021)

Arc Camelot diadaptasi menjadi dua film dalam Fate/Grand Order: Camelot.

Cerita di sini berfokus pada konflik di era kerajaan dengan nuansa yang lebih serius dan emosional. Karakter seperti Bedivere dan Artoria punya peran penting.

Dibanding First Order, cerita Camelot jauh lebih dalam dan kompleks.

Ini adalah salah satu arc penting dalam timeline Grand Order.

9. Fate/Grand Order: Babylonia (Serial Anime, 2019)

Fate/Grand Order: Babylonia merupakan salah satu adaptasi terbaik dari Grand Order.

Cerita mengambil latar di Mesopotamia kuno dengan skala konflik yang besar. Karakter seperti Gilgamesh tampil dengan versi yang berbeda.

Animasi dan kualitas produksinya sangat tinggi. Banyak fans menganggap Babylonia sebagai puncak dari seri Grand Order.  

Kalau kamu ingin menikmati Grand Order versi terbaik, Babylonia adalah pilihan utama.

10. Fate/Grand Order: Solomon (Film, 2021)

Sebagai penutup arc utama Grand Order, hadir Fate/Grand Order: Solomon.

Film ini menjadi klimaks dari perjalanan panjang melawan ancaman terhadap sejarah manusia. Banyak karakter penting kembali muncul di sini.

Cerita di Solomon bersifat penutup, jadi sebaiknya ditonton setelah memahami arc sebelumnya.

Ini memberikan payoff besar bagi penonton yang mengikuti Grand Order dari awal.

Rekomendasi Urutan Terbaik untuk Pemula (Versi Simpel)

Kalau kamu masih baru di dunia Fate dan nggak mau ribet dengan banyak timeline, sebenarnya ada urutan yang paling aman dan sering direkomendasikan. Urutan ini fokus ke pengalaman cerita yang paling “dapet” tanpa bikin bingung.

Kamu bisa mulai dari Fate/Zero, lalu lanjut ke Fate/stay night: Unlimited Blade Works, dan terakhir Fate/stay night: Heaven’s Feel.

Urutan ini bekerja karena kamu akan memahami latar belakang dunia Fate terlebih dahulu, lalu masuk ke konflik utama, dan akhirnya ke versi cerita yang paling dalam secara emosional.

Banyak fans juga menyarankan urutan ini karena alurnya terasa natural. Kamu tidak perlu memikirkan terlalu banyak cabang cerita di awal.

Kalau ingin lebih eksplor, setelah menyelesaikan tiga seri utama tadi, kamu bisa lanjut ke spin-off seperti Fate/Apocrypha atau seri Fate/Grand Order.

Spin-off ini tidak wajib, tapi bisa menambah pemahaman tentang luasnya dunia Fate. Selain itu, kamu juga bisa menikmati variasi cerita yang berbeda.

Yang paling penting, jangan terlalu terpaku pada “urutan paling benar”. Karena pada akhirnya, Fate adalah soal menikmati cerita dari berbagai sudut pandang.

Platform untuk Nonton Fate Series

Setelah tahu urutannya, kamu juga perlu tahu platform yang menyediakan Fate series agar pengalaman menonton jadi lebih nyaman dan maksimal.

1. Viu

Viu menjadi salah satu platform yang cukup sering menyediakan beberapa seri anime populer, termasuk Fate.

Kelebihan Viu ada pada subtitle Bahasa Indonesia yang cukup lengkap. Ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati cerita tanpa kendala bahasa.

Namun, tidak semua seri Fate tersedia secara lengkap di sini. Jadi kamu mungkin perlu kombinasi dengan platform lain.

2. iQIYI

Platform iQIYI juga menjadi alternatif populer untuk menonton anime.

iQIYI sering menghadirkan kualitas streaming yang stabil dengan opsi resolusi tinggi. Selain itu, beberapa seri Fate juga tersedia dengan subtitle yang cukup akurat.

Kelebihan lainnya adalah adanya opsi gratis dengan iklan. Jadi kamu tetap bisa nonton tanpa harus langsung berlangganan.

3. Netflix

Kalau kamu mencari platform dengan kualitas premium, Netflix bisa jadi pilihan utama.

Netflix biasanya menyediakan beberapa seri Fate dengan kualitas gambar yang sangat baik. Interface-nya juga nyaman untuk binge watching.

Namun, ketersediaan seri bisa berbeda tergantung region. Jadi tidak semua judul Fate selalu tersedia di Indonesia.

4. Bilibili

Terakhir ada Bilibili yang cukup populer di kalangan pecinta anime.

Bilibili sering menyediakan anime dengan update cepat dan subtitle yang cukup variatif. Beberapa seri Fate juga bisa ditemukan di sini.

Platform ini cocok untuk kamu yang ingin opsi tambahan selain layanan mainstream. Apalagi koleksi animenya cukup luas.

Nonton Fate Itu Soal Menikmati Ceritanya

Masuk ke Fate series memang bisa terasa membingungkan di awal. Banyaknya timeline, versi cerita, dan spin-off sering bikin orang ragu untuk mulai.

Tapi justru di situlah daya tariknya. Fate bukan sekadar satu cerita linear, melainkan kumpulan kemungkinan cerita yang saling melengkapi.

Kamu tidak harus memahami semuanya sekaligus. Cukup mulai dari satu urutan yang nyaman, lalu nikmati proses eksplorasinya.

Pada akhirnya, tidak ada urutan yang benar-benar mutlak. Setiap penonton punya pengalaman berbeda tergantung dari mana mereka memulai.

Yang penting, kamu tetap bisa menikmati cerita, karakter, dan konflik yang ditawarkan. Karena di situlah kekuatan utama Fate series.

Jadi kalau kamu masih ragu, mulai saja dulu dari rekomendasi simpel tadi. Siapa tahu, dari yang awalnya bingung… malah jadi ketagihan 😄

Baca Juga : 10 Anime Rilis Tahun 2025 yang Pastinya Wajib Ditunggu

Bagikan ini:

X
Facebook
LinkedIn
Pinterest
Telegram
WhatsApp
Picture of Sasuga Novelo

Sasuga Novelo

Sasuga Novelo selalu menyediakan update berita terkini hari ini seputar Anime, Manga, Light Novel, dan Japanese Pop Culture.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *